Saya
akan memulai cerita dari sini. Jadi, sekitar 3 minggu yang lalu, tanggal 10-12
Mei 2017, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi tuan rumah International big
event yaitu ICoASL. Apa sih ICoASL? Jadi
ICoASL atau International Conference of Asian Special Libraries ini
merupakan acara rutin dua tahunan yang diselenggarakan di negara-negara berbeda.
Tahun ini merupakan konferensi ke-5 bertemakan "Curation and
Management of Cultural Heritage through Libraries: Challenges and Opportunities
in the Digital Society".
Sebagai
wujud partisipasi dan penyambutan big event ini, kami mahasiswa IP
diminta ikut terlibat dengan membuat pameran bertema “Dolanan Anak”. Setiap
stand wajib memamerkan 3 permainan anak tradisional yang berbeda, masing-masing
stand tidak boleh sama. Bagi yang ingin bernostalgia di masa kecil, acara ini
sangat cocok menjadi perantaranya. Secara, anak-anak kecil saat ini jarang yang
mengenal permainan tradisional, sudah kalah dengan game-game yang ada di
gadget masing-masing. Hmm,, enakan masa kecil kita yaaa.. Sayangnya
acara sudah berlalu, jadi di sini saya hanya akan mengulasnya saja,, siapa tahu
bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman..
Kembali
ke topik. Teman-teman bisa menjumpai bermacam-macam permainan di sini. Mulai
dari egrang bambu, bola bekel (biasanya anak-anak perempuan yang suka main
ini), terus rangku alu (hayoooo apa rangku alu itu??), bakiya panjang (jadi
inget lomba 17 Agustus :D) terus apa lagi ya? Mmm, o iya ada permainan dakon
juga, bapidak dsb.
Kalau
di total ada sekitar 10 stand lah dengan dekor yang fantastis dan mampu
mengubah halaman depan CH menjadi area permainan anak. Pengunjung dari delegasi
negara-negara anggota konferensi cukup menikmati pameran ini. Ikut main juga,
seru sekali melihat mereka main. Ada yang terus mencoba sampai mereka menang.
Waaaaa .. Semangat ya.. Oh iya fyi aja beberapa stand ada yang memberikan
hadiah untuk para pengunjung yang mau bermain dan menang dalam permainan. Kalau
di stand fantastis 10 hadiahnya berupa peluit bambu. Peluit bambu ini ternyata
cukup unik bagi mereka. Bahkan ada yang komentar gini initinya “Kalau ada cewek
lewat saya bisa gunakan mainan ini”(dalam bahasa inggris tapi) haha spontan
semua pengunjung tertawa semua. Beberapa ada yang ikut merasakan makanan maupun
minuman tradisional yang disediakan masing-masing stand. Salah satunya penikmat
es kopyor di stand Krambil. Panas-panas, seger yaa minum es kopyor..
![]() |
| Participant dari India menikmati kopyor. . . |
Saya
numpang eksis nggak apa-apa yaa.. Cari sendiri yang mana saya? :D
Nah
karena saya dari stand Krambil, jadi di sini akan banyak bercerita tentang stand
Krambil. Lets go !
Awalnya
kelompok saya bingung, ambil permainan apa ya? Bingung karena permainan yang
masuk daftar kami sudah dipakai kelompok lain. Akhirnya, karena semakin hari
semakin mendekati hari H, kami memutuskan permainan bola bekel,
biting-bitingan, dan mobil- mobilan dari serabut kelapa. Tentu semuanya sudah
tahu kan permainannya seperti apa? Kalau ada yang belum tahu,saya kasih
penjelasannya di sini tapi secara umum saja ya
· Permainan bola bekel berasal dari Jawa Timur.
Kalau di daerah Jawa Barat permainan bola bekel biasanya dikenal dengan nama
beklen yang berarti bekal. Beklen atau bekel berasal dari bahasa Belanda yaitu bikkelen.
Nah, permainannya itu menggunakan bola karet dan beberapa biji bekel.
![]() |
| bola bekel dan biji bekel |
- Kalau biting-bitingan itu terbuat dari lidi. Bisa dimainkan secara berkelompok maupun sendiri. Biasanya dimainkan oleh 3 – 4 orang anak. Cara mainnya : pertama buat garis pembatas. Lalu kalian sebarkan kumpulan lidi ke lantai atau bisa juga di atas meja yang sudah dikasih pembatas tadi. Lidi yang melewati garis pembatas/ sebagian besar bagian lidi melewati garis pembatas, maka lidi itu dinyatakan keluar. Pemain mengambil lidi satu persatu, lidi yang lain tidak boleh ada yang bergerak. Apabila lidi yang lain bergerak karena tersentuh lidi itu, maka permainan berhenti dan ganti pemain yang lain.
![]() |
| Biting-bitingan |
Permainan
sudah fix, tinggal menentukan nama standnya. Awalnya ada usulan Snowball, tapi
kata salah satu anggota kelompok saya Snowball sama sekali nggak masuk
di tema kita. Lalu ada yang usul lagi Krambil. Nama Krambil
diadopsi dari permainan kita yang mayoritas terbuat dari pohon kelapa. Fix,
nama stand kami Krambil.
Kalau
di stand fantastis memberikan souvenir berupa peluit bambu, nah stand Krambil
juga punya lho, apa itu? Ada gantungan
kunci batok sama pensil boneka. Kalau bagi warga Jogja mungkin “ih cuma
gantungan kunci , ih cuma pensil” tapi
ternyata cukup unik bagi mereka para participant.
Pokoknya
acara ini menyimpan suka duka tersendiri deh. Mulai dari persiapannya yang
sampai rela nggak tidur semalaman. Ya waktu itu malam tanggal 10 saya nggak
tidur sampai subuh. Baru waktu adzan shubuh pulang ke kos temen. Wuiih baru
kali ini greget banget kaya gini. Saking gregetnya ni, di jalan kami abadikan
dengan foto-foto amatiran wkwk
![]() | |||
Kami
dengan membawa barang-barang entah apa itu isinya, sudah kaya transmigran. Para
pengguna jalan yang lewat dan melihat kami seakan bertanya “Cewek-cewek,
subuh-subuh gini dari mana?” Hmm, dan keadaan kami sangat memelas sekali waktu
itu, dengan kantong mata besar seperti panda wkwk
Acara
ini menyisakan kenangan yang pastinya nggak akan terlupakan seumur hidup. Bisa
buat cerita anak cucu kita nanti wkwk. Terima kasih buat kesempatan ini, terima
kasih juga buat Krambil Team atas kerjasamanya. Jangan takut dengan hal
baru yang akan kita jalani, tetap hadapi dan jalani dengan serius tapi santai.
Thanks
guys for following me in this story, See u next time . . .
![]() |
| Krambil Team |






bun, terimakasih sudah mention stand ku wkwkwkwk ^^
BalasHapus