Senin, 14 Maret 2016

Yuk, ke Bantul



Hai kawan, kali ini ini aku ingin sedikit bercerita tentang daerah tempat tinggalku nih. Ini dia... BANTUL. Mungkin ada yang masih asing dengan daerah ini, tapi pasti banyak juga dong yang tahu. Bantul merupakan salah satu kabupaten di provinsi Yogyakarta. Daerahku ini terkenal dengan pantainya. Bantul berbatasan langsung dengan pantai selatan. Kalau berkunjung ke Bantul jangan lupa nikmati pemandangan indah di sepanjang pantai ya.. Ada berbagai pantai yang bisa dikunjungi ada pantai parangtritis, pantai Depok, Samas, Pandansari, Goa Cemara, Kuwaru, pantai baru dan yang paling baru ada Pesona Pengklik. Itu baru pantainya, masih banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi seperti Goa Selarong , kerajinan gerabah Kasongan, kebun buah Mangunan, hutan pinus dan lain-lain.

Hmm, rasanya lelah dari tadi muter-muter, tengok yuk makanan apa saja ya yang menjadi khas Bantul? Di bawah ini ada bermacam-macam makanan khas Bantul yang bisa dicicipi dan dibawa pulang buat oleh-oleh yang di rumah. 

MAKANAN TRADISIONAL BANTUL
1.      1. Geplak
Geplak adalah salah satu makanan khas Bantul yang terbuat dari tepung beras, gula jawa dan kelapa muda. Rasanya sangat manis dan tersedia dalam bermacam-macam warna, ada merah, kuning, hijau, putih dan coklat. Biasanya, paara wisatawan yang  datang ke Bantul menyerbu makanan yang satu ini untuk dibawa pulang ke daerah nya.



2.      2. Peyek Mbok Tumpuk
Peyek, makanan khas Bantul? Perasaan dimana-mana peyek ada deh. Yap, yang membuat khas di sini adalah peyek ini bertumpuk, kalau biasanya kan bentuknya lingkaran dan lebar-lebar, ada juga yang lingkaran kecil. Nama tumpuk diambil dari nama Mbok Tumpuk yang pertama membuat panganan ini sejak tahun 1975.

3.       3.Kue Adrem
Kue adrem terbuat dari campuran tepung beras dengan gula Jawa, rasanya manis sesuai khas orang jogja, warnanya cokat keemasan dan memiliki bentuk yang unik, dan mungkin hanya kue adrem yang memiliki bentuk seperti ini. Kue ini hanya dijual di pasar-pasar tradiional, makanya agak susah mendapatkannya, dan sayangnya tidak semua pasar tradisional di Bantul menjual kue adrem.



4.      4. Mie Lethek
Bagi orang asing nama mie lethek mungkin biasa saja, tapi untuk sebagian orang Bantul mungkin heran kenapa mie iniharus dinamakan mie lethek, padahal lethek itu dalam bahasa Jawa artinya kotor. Mie kotor dong berarti. Hmm, tapi fiosofinya tidak seperti itu. Mie ini dinamakan mi lethek karena memang warnanya yang terkesan keruh dan gelap.Tapi jangan salah, kalau sudah dimasak wuuiih rasanya nikmat banget. Biasanya mie ini diolah dengan direbus atau digoreng. Jika ingin lebih nikmat lagi bisa ditambah ayam suwir dan telur dalam proses pengolahannya. Kalau digoreng penyajiannya bisa ditaburi bawang goreng dan daun seledri lalu ditambah lalapan seperti kol, tomat dan mentimun. Mmmm, laziis.. Apalagi kalau makannya pas masih anget , mmm tambah lezat.



Untuk kuliner yang ada di Bantul, kawan-kawan bisa mengunjungi Ayam Goreng Mbah Cemplung, Sate Klathak, Ingkung Ayam Pajangan, Mangut Lele Mbah Marto atau Sambal Welut

Selamat mencoba, semoga puas ya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar